| Foto : Penyerahan Donasi dari Giat Ngamen Aksi Sosial kolaborasi CUPS, JPK-KK, Komunitas Seniman Sape' Ketapang dan Karang Taruna kepada Relawan Penanganan Karhutla di MHU |
“Kami butuh minyak untuk mesin pemadam kebakaran”, komen salah satu relawan penanganan Karhutla MHU di salah satu WA grup. Kebetulan salah satu anggota grup WA tersebut adalah aktivis CUPS yang selang seminggu lalu melaksanakan aksi Ngansos yang tak lain kepanjangan dari Ngamen Aksi Sosial bagi relawan penanganan Karhutla. Lewat koordinasi singkat dan serba cepat jadilah hari Kamis, 01 Oktober 2026, tim meluncur ke MHU membawa minyak pertamax dan extra fooding yang kesemuanya hasil dari giat Ngansos untuk mendukung relawan.
“Kalau Analisa Sosial mungkin
sudah banyak yang paham, bagaimana materi tentang membuka wawasan dan membangun
kesadaran dalam giat-giat pemberdayaan masyarakat, namun kali ini Ngansos :
Ngamen Aksi Sosial, ini sama-sama membangun awareness bagi siapapun
bahwa kita harus terlibat dengan kapasitas kita untuk meredakan bencana ini”,
ujar Elias Ngiuk salah satu senior seniman sape’ Ketapang yang terlibat dalam
Ngansos.
“Membangun kesadaran bersama, itu
kuncinya bagaiman tiap kita bertanggung jawab pada ibu bumi, hutan, air dan
lingkungan, dapat dilihat sekarang bagaimana kemarau panjang sebabkan krisis
air, kebakaran hutan ciptakan kabut asap yang membuat siswa-siswi harus BDR
kurang lebih 3 minggu, kesadaran akan ambil peran ini yang mesti kita
tumbuhkan”, tambah Alfonsus Ide Chrisma seniman dan pembuat alat musik sape’.
| Foto; Giat Exposure JPK-KK ke CUPS yang dirangkai dengan giat NGANSOS,Jumat 25 September 2026 |
Seminggu yang lalu, Jumat 25 September 2026 kurang lebih 160 aktivis dari Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang bertandang ke CUPS. Di sela-sela kegiatan dilaksankan giat Ngansos dimana tampil kolaborasi seniman sape’ dari Keling Kumang dan CUPS. Ada Bajae yang juga salah satu tokoh Sungai Utik, ada Iwan Erlianto staf senior CUKK, Elias Ngiuk salah satu pengurus CUPS dan Alfonsus Ide Chrisma seniman sape’ yang hari itu unjuk ketrampilan.
Ada baca puisi tentang Karhutla,
ada yang menari “ngajat” khas Iban, dan tentu saja menyanyi dan menari sembari
berdonasi. Giat hari itu disambung dengan kegiatan Jamming Sape pada Sabtu, 26
September 2026 dimana Komunitas Sape’ Ketapang juga ambil peran.
“Kita sangat apresiasi giat-giat
seni semacam ini karena memberi ruang bagi anak muda untuk menyalurkan
ketrampilan seninya sekaligus dapat terlibat aksi sosial”, ungkap Alim yang
hari itu bersama Manda dan Hendra juga tampil dengan performa terbaiknya.
Dan muara dari giat itu adalah
penyerahan donasi bagi para relawan penanganan Karhutla. “Ada 2 titik
rencananya yang akan kita bantu support yakni Matan Hilir Utara dan yang kedua
Pelang, ini bentuk kepedulian bersama dan kolaborasi yang baik bagaimana
kehadiran Credit Union juga memberi dampak positif, beberapa hari lalu kami
juga aksi bagi air gratis bagi warga termasuk di perhuluan”, ujar Eduardo Retno
yang juga salah satu anggota pengurus CUPS.
“Di segala momen kita mesti
membawa dampak positif, dan kita senang bisa ikut berpartisipasi dalam giat
ini”, tambah Stefanus Masiun yang juga Ketua Pengurus CUKK.
Supriyadi atau lebih dikenal
sebagai Bang Sul, salah satu relawan penanganan Karhutla di MHU sangat
mengapersiasi inisiatif dari kolaborasi CUPS, CUKK, Seniman Sape’ dan Karang
Taruna. “Terima kasih untuk segala perhatian dan respon cepatnya, karena memang
walau telah hujan agak lebat kemarin, namun kita masih berjibaku memadamkan dan
mendinginkan area-area yang masih terbakar khususnya gambut ya, semoga saja
dengan dukungan kita semua, kondisi ini dapat segera pulih, terima kasih supportnya”,
ujar Bang Sul yang juga Ketua Karang Taruna Matan Hilir Utara ini.
Kesadaran bersama dan kesetiakawanan sosial harus dibangun. Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan agar kejadian ini tak terus terulang. Kesadaran akan berbuah pada aksi nyata, dan institusi keuangan serta pemberdayaan seperti CUPS, JPK-KK, Komunitas Seniman Sape' dan Karang taruna telah mengambil peran itu. (red)

0 Komentar