Search

Tak Tinggal Diam di Tengah Asap Karhutla, Karang Taruna Singkup dan Tiga Elemen Ini Bagikan Masker Gratis



SINGKUP, — Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mengambil langkah bersama dalam membantu melindungi warga dari paparan asap.

Di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, Karang Taruna Singkup bersama TNI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kwartir Ranting (Kwarran) Singkup berkolaborasi membagikan masker gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.

Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap terhadap kesehatan pernapasan.

Para relawan menyasar sejumlah titik aktivitas masyarakat di Kecamatan Singkup. Salah satunya berada di SPBU Kecamatan Singkup, yang pada siang hari dipadati masyarakat untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM), termasuk jenis Pertalite.

Di lokasi tersebut, para relawan membagikan masker kepada masyarakat yang sedang mengantre maupun warga yang beraktivitas di sekitar SPBU.

Pembagian masker tidak hanya dilakukan di SPBU. Para relawan juga bergerak ke sejumlah ruas jalan untuk membagikan masker kepada pengendara dan masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat pengendara yang belum menggunakan masker ketika melintas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap.

Kolaborasi Lintas Organisasi

Kegiatan sosial ini menjadi bentuk kolaborasi lintas organisasi dalam menghadapi dampak kemarau panjang dan karhutla yang terjadi di Kabupaten Ketapang.

Karang Taruna, TNI, PMII dan Kwarran Singkup mengambil peran dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Selain membagikan masker, para relawan juga mengingatkan warga agar memperhatikan perlindungan diri ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan diri ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara dipengaruhi kabut asap.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak, yang perlu mendapatkan perlindungan lebih ketika kualitas udara menurun akibat asap.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Organisasi kepemudaan, mahasiswa, unsur TNI serta gerakan kepanduan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Dwi Rachmat Zuhri: Pemuda Harus Saling Menolong

Ketua Karang Taruna Kabupaten Ketapang, Dwi Rachmat Zuhri, mengatakan Karang Taruna merupakan wadah bagi para pemuda untuk membangun kepedulian dan semangat saling membantu di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi Kabupaten Ketapang yang sedang menghadapi kemarau panjang dan karhutla membutuhkan semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat.

“Karang Taruna merupakan wadah untuk para pemuda saling tolong-menolong. Kita harus gotong royong membantu sesama, apalagi saat ini Kabupaten Ketapang dalam situasi yang cukup sulit, mulai dari kemarau panjang sampai karhutla dan asap tebal,” ujar Dwi Rachmat Zuhri.

Ia mengatakan kondisi asap yang cukup tebal perlu menjadi perhatian bersama karena masyarakat masih harus menjalankan aktivitas sehari-hari di luar rumah.

Dwi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang berada di lingkungan dengan paparan asap.

“Tentunya tidak baik untuk pernapasan kita, apalagi anak-anak,” lanjutnya.

Menurut Dwi, kepedulian kepada masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Langkah sederhana seperti membagikan masker dan mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan juga merupakan bentuk nyata kepedulian sosial.

Aksi bersama Karang Taruna Singkup, TNI, PMII dan Kwarran Singkup diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri selama kondisi kemarau dan kabut asap masih berlangsung.

Di tengah situasi yang cukup sulit akibat kemarau panjang dan karhutla, semangat gotong royong serta kepedulian lintas organisasi menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.

0 Komentar