PONTIANAK, 25 September 2026 — Prestasi membanggakan diraih siswi SMAN 1 Ketapang, Angelica Carissa Damiya, setelah berhasil menjadi Juara 1 cabang Monolog Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Angelica menjadi wakil Kalimantan Barat untuk mengikuti FLS3N tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung mulai 28 September 2026.
Prestasi itu diraih setelah Angelica sebelumnya menjadi juara tingkat Kabupaten Ketapang pada cabang yang sama. Keberhasilan di tingkat kabupaten mengantarkannya berkompetisi bersama peserta terbaik dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Pada tingkat provinsi, Angelica kembali tampil maksimal. Ia berhasil menyisihkan 12 peserta perwakilan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat dan meraih posisi pertama.
Penampilan Angelica tidak hanya menonjolkan kemampuan seni peran, tetapi juga menghadirkan pesan sosial dan ekologis yang kuat.
Dalam monolog tersebut, Angelica membawakan karakter Niah, seorang gadis muda yang kehilangan ibunya atau umak akibat bencana banjir. Kisah tersebut berangkat dari persoalan perampasan ruang hidup masyarakat adat serta kerusakan lingkungan.
Naskah yang dibawakan Angelica ditulis oleh Galeh Eka Suciaty, yang juga merupakan guru sekaligus pelatih atau pembina Angelica. Galeh Eka Suciaty turut mendampingi proses persiapan, mulai dari pengembangan naskah, pendalaman karakter hingga latihan penampilan.
Cerita menggambarkan kehidupan masyarakat yang menghadapi ancaman terhadap lahan, kampung, dan hutan tradisi mereka. Konflik muncul ketika ruang hidup masyarakat berhadapan dengan kepentingan korporasi dan penguasaan wilayah.
Kerusakan lingkungan kemudian membawa konsekuensi besar. Hutan penyangga yang dibabat dalam cerita menyebabkan banjir bandang hingga menghancurkan permukiman dan merenggut kehidupan warga.
Dalam kondisi tersebut, Niah kehilangan sosok ibunya. Trauma akibat tragedi membuatnya mendapat stigma dari masyarakat kampung dan dianggap mengalami gangguan jiwa.
Namun, karakter Niah justru digambarkan sebagai sosok yang memahami persoalan di balik kehancuran alam. Di tengah stigma dan ketidakpercayaan warga, ia tetap berusaha mempertahankan harapan dengan menanam kembali bibit-bibit pohon di tanah kelahirannya.
Melalui karakter tersebut, monolog menyampaikan pesan mengenai hubungan manusia dengan alam, hilangnya ruang hidup, serta pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
Galeh Eka Suciaty memiliki peran penting dalam perjalanan Angelica menuju tingkat provinsi hingga berhasil meraih juara pertama. Pendampingan dilakukan secara intensif untuk mempersiapkan kemampuan pemeranan sekaligus memperkuat penyampaian pesan dalam cerita.
Galeh Eka Suciaty mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih Angelica setelah melewati kompetisi dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kerja keras Angelica. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan hingga Angelica berhasil meraih prestasi ini,” ujar Galeh Eka Suciaty, guru sekaligus pelatih Angelica.
Menurutnya, seni pertunjukan dapat menjadi ruang bagi s
iswa untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Menyuarakan isu lingkungan melalui seni pertunjukan adalah sebuah keberanian dan kedalaman karya yang patut diapresiasi. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar Angelica dapat memberikan penampilan terbaiknya di tingkat nasional,” lanjut Galeh Eka Suciaty.
Kini, Angelica bersiap membawa nama SMAN 1 Ketapang dan Kalimantan Barat ke ajang FLS3N tingkat nasional.
Perjalanan dari juara tingkat Kabupaten Ketapang hingga meraih Juara 1 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi bagian penting dalam langkahnya menuju panggung nasional.
Pada kompetisi yang dijadwalkan mulai 28 September 2026 tersebut, Angelica akan kembali membawakan seni monolog dengan karakter Niah sekaligus membawa pesan tentang lingkungan, masyarakat adat, dan pentingnya menjaga ruang hidup.
Dari panggung Ketapang hingga tingkat nasional, kisah Niah menjadi medium untuk menyampaikan cerita tentang kehilangan, kerusakan alam, dan harapan untuk menumbuhkan kembali kehidupan di tanah kelahiran.


0 Komentar