KETAPANG – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang tidak hanya menjadi tugas pemadaman api, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Hal itu terlihat saat Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Dandim 1203/KTP turun langsung memadamkan kebakaran di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU).
Tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, Bupati Alexander Wilyo bersama Dandim 1203/KTP langsung mengambil tindakan dengan memegang nozzle selang pemadam untuk mengendalikan kobaran api yang membakar lahan gambut dan mulai mengancam bangunan SMA Negeri 1 Matan Hilir Utara.
Aksi tanggap cepat tersebut dilakukan bersama Kapolsek MHU, Camat MHU, Kepala Desa Kuala Tolak, serta personel gabungan TNI-Polri, BPBD, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Manggala Agni, dan relawan setempat.
Meski menghadapi medan gambut yang sulit dijangkau serta kepungan asap pekat yang mengganggu jarak pandang, seluruh unsur yang terlibat terus berupaya melakukan pemadaman. Berkat kerja sama dan koordinasi di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga ancaman terhadap bangunan sekolah dapat diatasi.
Di tengah upaya pemadaman, tim gabungan juga menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan satwa yang terancam akibat kebakaran.
Seekor ular piton berukuran besar dengan panjang sekitar enam meter ditemukan terjebak di antara semak-semak yang terbakar. Satwa tersebut kemudian berhasil diselamatkan oleh tim di lokasi.
Penyelamatan ini menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla bukan semata-mata tentang menghentikan kobaran api, tetapi juga menjaga kehidupan dan meminimalkan dampak kerusakan terhadap ekosistem di sekitarnya.
Di tengah situasi darurat, kepedulian terhadap setiap makhluk hidup menjadi bagian dari semangat kemanusiaan yang menyertai perjuangan para petugas di lapangan.
Selain fokus memadamkan api, penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat juga dilakukan secara bersamaan.
BPBD, Dishub, dan Karang Taruna bergerak menyalurkan air bersih kepada warga di kawasan permukiman padat Jalan Sungai Jahak. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau dan situasi darurat kebakaran.
Sementara itu, tim Puskesmas bersama Karang Taruna dan Barisan Pendekar Wira Utama (BPWU) membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan dari paparan asap kebakaran yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pemadaman api, perlindungan warga, pemenuhan kebutuhan air bersih, hingga pencegahan dampak kesehatan akibat kabut asap.
Setelah api berhasil dipadamkan, suasana haru dan keakraban menyelimuti tim gabungan yang sejak siang berjibaku di lokasi kebakaran.
Bupati Alexander Wilyo, Dandim 1203/KTP, dan seluruh personel yang terlibat duduk lesehan menikmati nasi bungkus sederhana di tengah kawasan hutan.
Tanpa sekat jabatan maupun formalitas, mereka berbagi tempat, menikmati makanan, dan melepas lelah setelah bersama-sama menuntaskan tugas kemanusiaan.
Momen sederhana tersebut menjadi gambaran kuatnya kebersamaan dan solidaritas antarpersonel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Di tengah keterbatasan dan beratnya medan, semangat gotong royong menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh unsur.
Peristiwa di Kuala Tolak sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan penanganan bencana tidak hanya ditentukan oleh peralatan dan jumlah personel, tetapi juga oleh kepedulian, koordinasi, dan kesediaan setiap pihak untuk bekerja bersama.
Di balik pekatnya asap dan panasnya kobaran api, tersimpan pelajaran bahwa keberanian bukan sekadar kemampuan menghadapi bahaya, melainkan juga ketulusan untuk saling menjaga.
Ketika seluruh unsur bersatu tanpa sekat demi keselamatan masyarakat dan kelestarian alam, ikatan persaudaraan dan tanggung jawab bersama menemukan maknanya yang paling nyata.
Ketapang adalah rumah besar kita semua. Saat bencana datang menguji, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus merapatkan barisan, menjaga, merawat, dan membangun daerah ini bersama-sama. Karena pada akhirnya, melindungi Ketapang bukan hanya tugas pemerintah atau petugas di lapangan, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat yang hidup dan tumbuh di dalamnya.

.jpg)
0 Komentar