KETAPANG — Kemarau panjang mulai memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hujan yang tak kunjung turun membuat sumber air warga semakin sulit diperoleh. Sungai yang selama ini menjadi salah satu tumpuan masyarakat bahkan mulai terasa asin, sementara sejumlah sumur warga perlahan mengering.
Di tengah kondisi tersebut, persoalan air bersih menjadi tantangan yang semakin nyata. Masyarakat di sejumlah desa dan kelurahan harus berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi ini pula yang mendorong Karang Taruna Kabupaten Ketapang untuk terus bergerak menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Bagi Karang Taruna, distribusi air bersih bukan lagi sekadar kegiatan sosial sesekali. Penyaluran telah menjadi agenda yang dilakukan hampir setiap hari. Dalam sehari, tim bahkan dapat menjangkau hingga enam lokasi berbeda di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.
Namun, perjuangan tersebut tidak selalu berjalan mudah.
Keterbatasan armada menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi. Untuk menjangkau masyarakat, tim Karang Taruna terkadang hanya mengandalkan kendaraan roda empat dengan kapasitas angkut air yang terbatas.
Meski demikian, keterbatasan itu tidak membuat langkah mereka terhenti.
Pada Sabtu (19/9/2026), tim Karang Taruna kembali bergerak sejak pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, penyaluran air bersih dilakukan di Kelurahan Tengah, RT 17/RW 06.
Setelah menyelesaikan distribusi di lokasi tersebut, tim kembali melanjutkan perjalanan menuju sejumlah wilayah lain yang membutuhkan pasokan air bersih.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penyaluran adalah Kelurahan Tuan Tuan, RT 015/RW 001, Kecamatan Benua Kayong. Di wilayah tersebut, Karang Taruna turut membagikan air bersih kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan mendapatkan air akibat kemarau berkepanjangan.
Dari satu titik ke titik lainnya, armada yang tersedia terus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Meski kapasitas angkut terbatas, kebutuhan masyarakat membuat tim tetap berupaya kembali mengisi dan mendistribusikan air ke lokasi berikutnya.
Sekitar pukul 09.30 WIB, armada Karang Taruna kembali bergerak menuju Kelurahan Kauman, RT 011/RW 004, Kecamatan Benua Kayong, untuk menyuplai air bersih kepada masyarakat.
Sebanyak 1.150 liter air bersih disalurkan dalam kegiatan tersebut.
Jumlah itu mungkin terlihat kecil dibandingkan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Namun bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, setiap liter yang sampai ke rumah menjadi sangat berarti.
Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Ketapang, Heri Handoko, mengatakan keterbatasan armada tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membantu masyarakat.
“Saye akan berusaha membantu masyarakat yang memerlukan air walaupun semua dalam kondisi terbatas. Salah satunya armada yang terkadang hanya mampu menampung sedikit air,” ujar Heri.
Menurutnya, apa yang dilakukan bersama rekan-rekan Karang Taruna merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana kekeringan.
“Ini bentuk saya dan kawan-kawan dalam mencintai negeri ini. Ketika masyarakat kesusahan, apa yang kami bisa lakukan maka kami akan siap turun membantu masyarakat dan mendampingi masyarakat menghadapi bencana kekeringan air ini,” katanya.
Dengan nada penuh harapan, Heri juga meminta doa agar dirinya bersama seluruh tim yang berada di lapangan diberikan kesehatan sehingga dapat terus menjalankan aksi sosial tersebut.
“Saye mintak doe supaye saye dan kawan-kawan mintak sehat terus jak lah ye,” ucapnya.
Pergerakan Karang Taruna tidak berhenti di Kelurahan Kauman.
Setelah menyalurkan air di beberapa lokasi, tim kembali bersiap melanjutkan perjalanan menuju Desa Sukamaju untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Sehari sebelumnya, Karang Taruna juga bergerak dengan dukungan dua armada, salah satunya dump truck milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang.
Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi air bersih karena memiliki kapasitas angkut lebih besar dibandingkan kendaraan roda empat yang digunakan tim dalam penyaluran hari ini.
Dukungan lintas instansi juga terus mengalir. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sejak awal turut memberikan dukungan terhadap kegiatan distribusi air bersih yang dilakukan Karang Taruna.
Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) juga ikut mengambil bagian dalam pergerakan kemanusiaan tersebut.
Kolaborasi berbagai pihak menjadi semakin penting karena persoalan kekeringan tidak dapat ditangani hanya oleh satu kelompok.
Kemarau panjang membuat air yang sebelumnya mudah diperoleh kini berubah menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan.
Sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat mulai terasa asin, sementara sumur-sumur warga yang biasanya menjadi sumber air sehari-hari mulai kehilangan debit.
Di tengah kondisi tersebut, armada-armada kecil yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya menjadi simbol bahwa kepedulian masih terus hidup.
Karang Taruna Kabupaten Ketapang menyadari bahwa kemampuan mereka memiliki batas. Kapasitas kendaraan terbatas, tenaga manusia juga memiliki keterbatasan.
Namun, mereka memilih untuk tetap bergerak.
Satu perjalanan mungkin hanya membawa sekitar seribu liter air. Tetapi ketika air tersebut tiba di tengah keluarga yang sedang kesulitan, nilainya jauh lebih besar daripada sekadar angka dalam hitungan liter.
Hingga berita ini diterbitkan, tim Karang Taruna Kabupaten Ketapang masih terus bergerak menuju sejumlah wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih.
Di tengah panasnya kemarau dan kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan, mereka memilih untuk tetap berada di jalan, mengantarkan air dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Perjuangan tersebut tentu membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena semakin panjang kemarau berlangsung, semakin besar pula kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.
Karang Taruna Kabupaten Ketapang berharap seluruh personel yang berada di lapangan selalu diberikan kesehatan dan kekuatan agar dapat terus mendampingi masyarakat menghadapi kondisi kekeringan.
Di saat air menjadi semakin sulit ditemukan, langkah kecil untuk mengantarkan air menjadi bentuk nyata kepedulian kepada sesama. Dik



0 Komentar