| Foto : Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S. STP., M. Si saat seremoni Pembukaan Rakerda I PDKK |
“Terima kasih dah atangk bupati kami Bapak Alexander Wilyo, dan tamu diri’ dari Pontianak di tengah cuaca kabut asap nian,…..”, sepenggal sampangk atau doa harapan dari Kristianus Seno yang juga tetua Kanayant di Ketapang. Pria yang juga Pensiunan Polisi ini memang selama ini sering diminta untuk membawakan ritual adat dalam setiap kegiatan Pakomoant Dayak Kanayant Ketapang (PDKK).
Acara berlanjut dengan Bupati
Ketapang Alexander Wilyo yang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong
Sepuluh memancung buluh muda dengan tangkint atau mandau khusus yang
disiapkan oleh organisasi kepemudaan Tankint Janawi dalam prosesi
penyambutan.
Demikianlah hari itu, Sabtu 29
Agustus 2029, bertempat di Gedung Dermalo Murial dimana perhelatan
Rakerda I PDKK Tahun 2026 dibuka langsung oleh Bupati Ketapang. Dalam
sambutannya ketua PDKK Antonius Lemen menyampaikan bahwa ini adalah sebuah
kerinduan dari PDKK untuk dapat terus bertransformasi lebih baik lagi.
| Foto : Ketua Umum PDKK Antonius Lemen, SH., MH saat menyampaikan sambutan |
“Kita harus bersyukur bahwa perintis kita telah mendirikan sejak tahun 1980-an, dimana Ayahanda dari sahabat kita Amantus Sumarno yakni Kapten Polisi Bapak Marjono Piling membentuk PDKK, tentu dalam perkembangannya kita tidak harus stagnan dengan giat arisan atau kumpul-kumpul semata, tapi harus berpikir bagaimana PDKK ini membawa dampak lebih nyata bagi anggotanya sesuai dengan kebutuhan jaman”, ujar pria yang juga menekuni dunia advokasi dan pengacara ini.
Sementara dalam sambutannya Bupati Ketapang mendukung dengan adanya Rakerda ini dalam komunitas PDKK. “Saya
berharap keberadaan warga Kanayant menjadi bagian kekuatan kita bersama, dan
tidak sebaliknya mengeleminasi, melemahkan atau menghilangkan, untuk itu saya
mendorong PDKK dapat bertransformasi menjadi organisasi yang kuat dan lebih
baik serta dapat mengayomi anggotanya, pastinya kita harus bersama-sama
memajukan Kabupaten Ketapang ini, saya sangat mendukung pelaksanaan Rakerda ini”,
tegas pria yang sering disapa AW ini.
Acara sendiri resmi dibuka dengan
menabuh gendang kecil dimana Bupati Ketapang memandu langsung dua penabuh yang
secara simbolis membuka giat hari itu. Adalah Drs. Cornelis Kimha, M. Si yang
juga Ketua DAD Kalimantan Barat dan Antonius Lemen, SH., MH yang juga Ketua
Umum PDKK yang menabuh gendang secara bersama-sama tanda dibukanya Rakerda
perdana dari PDKK ini.
Seminar dengan Pembicara 4
Panelis
Malamnya giat berlanjut dengan Seminar dengan 4 Panelis yakni Drs. Cornelius Kimha, M. Si, Kartius, SH., M. Si, Ir. Jakius Sinyor dan Drs. Agustinus Clarus, M. Si.
| Foto : Moderator dan 4 Panelis Seminar |
“Satu-satunya yang membuat masyarakat
Dayak tetap eksis keberadaannya adalah budaya, maka penting kita memiliki concern
di bidang budaya, dalam kaitannya kerinduan akan membuat acara adat Naik
Dango penting diatur atau dibuat struktur adat yang menaunginya, maka saya
merekomendasikan namun tentu sesuai kebutuhan dan situasi setempat, yakni
dibentuknya Katimanggongan Banua Ketapang dan dibawahnya ada Tuha Tahunt
di tiap wilayah”, sampai Kimha yang juga mantan Bupati Mempawah (sekarang
Pontianak) periode 1999-2004.
Sementara tokoh Dayak Kanayant
yang juga praktisi Hukum dan pernah menjadi PJ. Bupati Ketapang, Kartius, SH.,
M. Si menyampaikan pentingnya warga Kanayant dan Dayak kompak dan memiliki
litersi tentang hukum. “Kita harus kompak, punya literasi hukum yang baik,
kalau dapat janganlah berurusan dengan hukum dan harapan saya Rakerda ini harus
menelurkan rekomendasi-rekomendasi yang implementatif kedepannya”, ujar pria
yang dalam penyampaian sering menyelipkan ungkapan humor ini.
Pembicara ketiga yakni Ir. Jakius
Sinyor yang juga pernah menjadi Ketua DAD Kalimantan Barat periode 2018-2022,
menitikberatkan pada peningkatan SDM Kanayant. “Kita harus memulainya dengan
database warga Kanayant, anaknya berapa, saat ini sekolah apa, kemudian kita
juga harus membekali mereka dengan kompetensi seperti kemampuan bahasa asing,
pelatihan kepemimpinan dan tentunya perlu didukung juga potensi beasiswa,
mitigasi Perguruan Tinggi dan kesempatan kerja, nah PDKK harus memikirkan
tentang hal ini”, ujar pria yang juga menjadi salah satu tokoh pembangunan
jembatan Tayan yang juga icon Kalimantan Barat ini.
Pembicara keempat yakni Drs.
Agustinus Clarus, M. Si yang pernah sebagai anggota DPR RI menyampaikan
pentingnya SDM Kanayant memiliki literasi tentang digitalisasi. “Kita hidup di
era 5.0, suka tidak suka kita harus adaptif dengan AI, generasi muda Dayak
jangan hanya ha-ha-hi-hi, saja tapi harus mulai fokus pada kekuatan
digital, penguasaan AI, penguasaan bahasa asing, ini penting karena ke depan
yang mampu adaptif-lah yang memiliki nilai tawar atau daya saing, dan PDKK
dalam hal ini harus membangun jejaring serta mitigasi seperti link beasiswa dan
kesempatan kerja”, ujar pria yang pernah mengajar di SMA Amkur Pemangkat dan
aktif di MADN ini.
Seminar yang dimoderatori oleh
Viktor Damianus Irwin ini berlangsung kurang lebih 2,5 jam dan menghasilkan
beberapa poin yang nantinya menjadi bahan untuk memperkaya diskusi dalam
Rakerda yang akan dilangsungkan di keesokan hari.
Rakerda I PDKK
Minggu pagi, 30 Agustus 2026 di komplek Dermalo Murial atau lebih dikenal sebagai rumah adat Payakumang dilaksankanlah Rakerda I PDKK. Kegiatan sidang dihadiri oleh 55 peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa wilayah. Ada 3 Bidang Komisi yang akan melakukan diskusi terbatas sebelum diplenokan. Komisi pertama bidang Legal dan Tata Kelola Organisasi dipandu Dersi, SH., M.A.P, Komisi kedua di bidang Adat dan Budaya dipandu oleh Marsianus Ajon, S. Pd, serta komisi ketiga di bidang SDM oleh Ekwino Kaliman, S. Pd., M. Sos.
| Foto : Salah satu sesi diskusi di Komisi sebelum Rapat Pleno |
| Foto : Peserta Rakerda PDKK I 29 & 30 Agustus 2026 |
Saat diskusi pleno pun berjalan dengan penuh semangat bagi kemajuan PDKK ke depannya. Beberapa rekomendasi pun dihasilkan diantaranya adalah :
- Menyetujui Keberadaan Yayasan Dayak Kanayatn
dengan memperhatikan masukan peserta Rakerda
- Menyetujui Keberadaan Kepengurusan PDKK dan
Yayasan Dayak Kanayatn sebagai organisasi yang terpisah untuk menghindari konflik
of interest, namun tetap bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan
kaum
- Menyetujui Rekomendasi dari Tiga Komisi Bidang
dan akan dirumuskan oleh Tim Perumus
- Menyetujui Rencana Kerja yang dirumuskan PDKK
untuk dilaksanakan
- Menyetujui Pembentukan Katimanggongan Binua
Ketapang dengan Timanggong : Antonius Lemen, SH., MH dan Tuha
Tahutn : Marsianus Ajon, S. Pd.
- Segala sesuatu yang belum diputuskan akan
diputuskan dengan musyawarah mufakat di tingkat PDKK
Kegiatan berlanjut dengan
penandatanganan Berita Acara Rakerda yang diwakili oleh 14 perwakilan dengan
memperhatikan wilayah, gender dan perwakilan tokoh. Setelah penandatanganan pun
berlanjut dengan penyerahan dokumen Rakerda dari pimpinan sidang yakni Viktor
Damianus Irwin kepada Antonius Lemen.
Di sesi pengarahan, Ketua Umum
PDKK mengajak warga PDKK untuk bahu-membahu memajukan PDKK. “Ini adalah bagian
sejarah yang kita ukir bersama untuk kemajuan PDKK, kita berharap ke depannya
PDKK memiliki sekretariat atau kantor sendiri, kita akan berikhtiar untuk ini, kemudian mulai bergerak dengan kelengkapan database
serta membangun jejaring dengan stake holder terkait, kita harus dapat
meninggalkan legacy kebaikan bagi generasi penerus PDKK, untuk itu, saya
berharap kita semakin kompak, mari bersama-sama membangun PDKK”.
Di sesi akhir semakin komplit
dengan adanya penguatan dari dua tokoh PDKK senior yakni Kristianus Seno dan
Aloysius Ala. Keduanya mendorong warga PDKK untuk bahu membahu bergandengan
tangan untuk memajukan PDKK. Disampaikan pula saat ini PDKK juga telah memiliki
organisasi dalam bentuk Yayasan yang diberi nama Yayasan Dayak kanayant.
Siang itu kabut asap masih terasa pekat, angin kering berhembus membawa jerebu pembakaran, namun tak menyurutkan semangat peserta PDKK yang akan pulang dengan keoptimisan. Sebagai diaspora Kanayant, mereka memantapkan hati untuk bersama membangun kaum. Selamat atas pelaksanaan Rakerda I PDKK. (Red)

0 Komentar