Search

Shalat Istisqa di Halaman Keraton Matan, Bupati Ketapang Apresiasi IKRAMAT sebagai Ikhtiar Hadapi Kemarau



KETAPANG — Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (IKRAMAT) yang menggelar Shalat Istisqa di Halaman Keraton Matan, Sabtu (22/8/2026).

Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.

Alexander Wilyo menyampaikan terima kasih kepada Dewan Mangku IKRAMAT yang telah menginisiasi kegiatan tersebut dan melaksanakannya dengan penuh khidmat.

Menurutnya, Shalat Istisqa tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian masyarakat terhadap kondisi daerah.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk ikhtiar batin di tengah musim kemarau sekaligus momentum untuk memperkuat tali silaturahmi antarmasyarakat.

Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi wujud nyata kebersamaan, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial kita terhadap daerah tercinta,” ujar Alexander Wilyo.

Bupati Tegaskan Komitmen Mengayomi Semua

Kehadiran Bupati Ketapang dalam pelaksanaan Shalat Istisqa juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir bersama masyarakat dalam berbagai situasi.

Alexander Wilyo menegaskan bahwa pemerintah daerah berkewajiban mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama maupun golongan.

Ia menilai semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan daerah, termasuk dampak musim kemarau dan kekeringan.

“Kehadiran saya di tengah masyarakat adalah bukti komitmen kami sebagai pimpinan daerah untuk mengayomi semua tanpa membedakan suku, agama, atau golongan,” katanya.

Menurutnya, Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat. Karena itu, kepedulian dan kebersamaan harus terus dirawat agar berbagai tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Doakan Hujan dan Keberkahan bagi Ketapang

Dalam kesempatan tersebut, Alexander Wilyo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama memanjatkan doa agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan curah hujan yang cukup sehingga dapat membantu mengatasi dampak kemarau.

Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga, rawat, dan doakan bersama agar senantiasa diberkahi air hujan, ketentraman, dan kesejahteraan,” tuturnya.

Shalat Istisqa sendiri merupakan bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diturunkan hujan. Pelaksanaannya di tengah kondisi kemarau menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin masyarakat selain berbagai upaya nyata yang dilakukan pemerintah dan elemen masyarakat untuk menghadapi kekeringan.

Alexander Wilyo berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat Ketapang.

“Semoga doa dan ikhtiar kita semua dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Ketapang,” pungkasnya.

0 Komentar