KETAPANG — Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang turun langsung ke garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas Jalan Pelang, Desa Sungai Pelang, Minggu (23/8/2026).
Di tengah kepulan asap dan kondisi lapangan yang penuh risiko, pimpinan daerah bersama unsur terkait terlibat langsung dalam proses pemadaman untuk mengendalikan titik-titik api.
Penanganan terpadu tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Kapolres Ketapang, Dandim 1203/Ketapang, Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Ketua Pengadilan Negeri Ketapang, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kehadiran jajaran Forkopimda di lokasi menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu sekaligus memberikan dukungan moral kepada personel yang bekerja di lapangan.
Dalam proses pemadaman, Alexander Wilyo bahkan turun langsung memegang selang dan bersama-sama menyiramkan air ke titik api.
Aksi tersebut dilakukan bersama regu pemadam gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, serta relawan pemadam kebakaran swasta.
Kondisi lapangan yang dipenuhi asap tidak menyurutkan langkah para petugas. Mereka terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali membesar maupun merambat ke area lainnya.
Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan relawan yang bekerja di tengah kondisi sulit.
“Kami hadir di sini untuk berjuang bersama. Terima kasih dan hormat saya kepada seluruh pejuang karhutla—TNI, Polri, BPBD, relawan, tenaga kesehatan, hingga TP PKK dan seluruh elemen masyarakat. Aksi kalian di lapangan adalah bentuk nyata pengabdian untuk daerah kita. Tetap semangat, jaga kesehatan, dan utamakan keselamatan,” ujar Alexander Wilyo.
Dukungan terhadap penanganan karhutla juga datang dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ketapang.
Ketua TP PKK Kabupaten Ketapang hadir di Posko Karhutla ruas Jalan Pelang untuk menyalurkan bantuan berupa logistik dan makanan kepada para petugas yang sedang berjibaku melakukan pemadaman.
Dalam perjalanan kembali, Ketua TP PKK juga menyempatkan diri singgah di Posko Kesehatan Dinas Kesehatan di Jalan Pelang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan medis bagi personel yang terlibat dalam penanganan karhutla maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak.
Keterlibatan unsur kesehatan menjadi bagian penting dalam operasi lapangan, mengingat petugas bekerja dalam kondisi panas, asap, dan medan yang berisiko terhadap kesehatan.
Alexander Wilyo menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah, aparat, petugas pemadam, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha, hingga masyarakat memiliki peran dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap kondisi sulit akibat karhutla segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
“Semoga kondisi sulit ini segera berakhir dan ketenangan kembali menaungi kita. Penanganan karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama kita semua,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong.
“Mari kita terus menjaga alam yang telah menghidupi kita, merapatkan barisan dalam gotong royong, dan saling melindungi. Bersama, kita jaga Kabupaten Ketapang agar tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh kedamaian,” lanjutnya.
Sinergi antara Forkopimda, TP PKK, OPD teknis, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi karhutla.
Turunnya langsung pimpinan daerah ke lokasi pemadaman juga menjadi bentuk dukungan terhadap para petugas yang berada di garis depan. Dalam kondisi penuh tantangan, kebersamaan dan koordinasi menjadi kunci untuk mempercepat penanganan sekaligus melindungi masyarakat serta lingkungan Kabupaten Ketapang.


0 Komentar