KETAPANG — Pemerintah Kabupaten Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat tidak hanya diharapkan menunggu datangnya hujan, tetapi juga terus bergerak melalui berbagai langkah nyata untuk menjaga keselamatan, kesehatan, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menilai upaya penanganan kondisi kekeringan perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus berupaya mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak musim kering.
Namun, selain ikhtiar melalui tindakan nyata, Alexander Wilyo juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar batin dengan berdoa dan memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Doa Bersama Lintas Agama pada Minggu (9/8/2026) malam. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di Halaman Kantor Bupati Ketapang.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kebaikan Kabupaten Ketapang.
Doa bersama lintas agama tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak dapat terus menjaga semangat gotong royong dan saling membantu di tengah situasi yang dihadapi.
Harapan yang dipanjatkan pun menjadi harapan bersama, yakni agar Kabupaten Ketapang senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai marabahaya, serta segera mendapatkan hujan yang cukup, merata, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
Alexander Wilyo menekankan bahwa menghadapi kondisi kekeringan membutuhkan dua bentuk ikhtiar yang berjalan beriringan. Ikhtiar lahir diwujudkan melalui tindakan nyata, sementara ikhtiar batin dilakukan melalui doa dan kepasrahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Ketapang, menjaga daerah kita dari bencana dan musibah, serta menurunkan hujan yang membawa kehidupan dan keberkahan," demikian harapan yang disampaikan Bupati Ketapang.
Momentum doa bersama tersebut diharapkan semakin memperkuat rasa kebersamaan seluruh masyarakat Ketapang. Perbedaan agama dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk bersatu menghadapi persoalan yang menyangkut kepentingan bersama.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta membantu warga yang membutuhkan selama kondisi kekeringan berlangsung.
Alexander Wilyo mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti melakukan berbagai upaya, baik melalui langkah konkret maupun doa.
"Ketapang adalah rumah besar kita bersama," menjadi pesan yang kembali ditegaskan sebagai semangat untuk menghadapi kondisi tersebut secara bersama-sama.
Melalui ikhtiar lahir dan batin, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap pertolongan Tuhan Yang Maha Esa segera diberikan, sehingga hujan turun secara cukup dan merata serta membawa manfaat bagi masyarakat, lingkungan, pertanian, dan seluruh kehidupan di Kabupaten Ketapang.
Aamiin.


0 Komentar