KETAPANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Ketapang berlangsung dengan khidmat dan sarat makna. Momentum kemerdekaan tidak hanya diisi dengan upacara pengibaran Sang Merah Putih, tetapi juga penyerahan remisi, penghargaan bagi desa berprestasi, serta doa bersama lintas agama.
Peringatan kemerdekaan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, semangat perjuangan tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan bersenjata, melainkan melalui kerja keras, integritas, inovasi, persatuan, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
Di Kabupaten Ketapang, nilai-nilai tersebut turut dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat Tanah Kayong yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, kebersamaan, serta keharmonisan antarelemen masyarakat.
Upacara Pengibaran Sang Merah Putih Berlangsung Khidmat
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI diawali dengan upacara pengibaran Sang Merah Putih. Prosesi yang melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), prajurit TNI, dan personel Polri tersebut berlangsung tertib dan khidmat.
Dalam upacara tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo memimpin pembacaan teks Pancasila. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dilakukan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, sedangkan Teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Ketapang.
Pelaksanaan upacara menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu harus diisi dengan kerja nyata untuk menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Remisi dan Penghargaan untuk Desa Berprestasi
Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui pemberian kesempatan kedua bagi warga binaan pemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Ketapang menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi kepada narapidana dan anak binaan.
Pemberian remisi menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus bentuk penghargaan atas perubahan dan perilaku baik warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan secara lebih baik.
Selain pemberian remisi, Pemerintah Kabupaten Ketapang turut memberikan penghargaan kepada sejumlah desa yang dinilai berhasil mendorong inovasi dan pembangunan di tingkat desa.
Empat desa menerima penghargaan dalam kategori berbeda, yakni:
-
Juara I tingkat Kabupaten dan Provinsi: Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan.
-
Juara II: Desa Mekarjaya, Kecamatan Sungai Melayu Rayak.
-
Juara III: Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong.
-
Kategori Prestasi: Desa Rangkung, Kecamatan Marau.
Desa Kalinilam menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian setelah berhasil menjadi teladan inovasi desa hingga tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Desa dinilai memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan yang berkeadilan dan mandiri.
Doa Lintas Agama untuk Ketapang
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Ketapang juga diisi dengan doa bersama lintas agama. Prosesi tersebut dipimpin oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama.
Seluruh peserta mengikuti doa dengan penuh khidmat, memohon perlindungan dan keberkahan bagi Kabupaten Ketapang di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.
Doa secara khusus dipanjatkan agar Bumi Tanah Kayong segera mendapatkan hujan yang cukup dan merata sehingga kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat segera berakhir.
Selain memohon turunnya hujan, doa juga ditujukan bagi keselamatan, kesehatan, dan kekuatan para petugas gabungan serta relawan yang hingga kini masih berada di lapangan untuk menangani karhutla.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan seluruh masyarakat.
Semangat kemerdekaan, menurutnya, harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama, gotong royong, pembangunan yang berkeadilan, serta kesediaan untuk saling membantu ketika daerah menghadapi situasi sulit.
Peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Ketapang pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan. Dari upacara pengibaran bendera, pemberian remisi, apresiasi terhadap desa berprestasi, hingga doa lintas agama, seluruh rangkaian kegiatan membawa pesan yang sama: kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, kepedulian, dan kebersamaan.
Bagi masyarakat Kabupaten Ketapang, semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga Bumi Tanah Kayong sebagai rumah bersama sekaligus membangun daerah yang maju, mandiri, dan berkeadilan.


0 Komentar