Search

Bupati Ketapang Canangkan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah



KETAPANG – Di tengah kesibukan seorang ayah dalam mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga, ada satu hal sederhana yang tetap dapat dilakukan: meluangkan waktu untuk hadir dan mengantar anak ke sekolah.

Bagi sebagian orang, mengantar anak ke sekolah mungkin terlihat sebagai aktivitas biasa. Namun, bagi seorang anak, kehadiran ayah di hari pertama masuk sekolah dapat menjadi pengalaman yang memiliki makna mendalam dan dikenang hingga dewasa.

Pesan tersebut tergambar dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah yang mengajak para ayah untuk hadir secara langsung mendampingi putra-putrinya, khususnya pada momentum hari pertama masuk sekolah.

Pada Senin, 13 Juli 2026, seorang ayah meluangkan waktunya untuk mengantar kedua putra-putrinya, Aldric Shankara Domong Alexander dan Amethya Rashi Gloria, ke sekolah.

Momen tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam perjalanan pendidikan anak.

Pendidikan anak tidak semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Peran keluarga, terutama orang tua, memiliki posisi penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, serta semangat anak dalam menjalani proses pendidikan.

Kehadiran ayah dan ibu dalam berbagai tahapan kehidupan anak dapat memberikan rasa diperhatikan sekaligus dukungan emosional.

Mengantar anak ke sekolah juga tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Beberapa menit yang diberikan seorang ayah untuk menemani anak berangkat, berbincang di perjalanan, atau sekadar memberikan semangat dapat menjadi pengalaman berharga bagi sang anak.

Terlebih pada hari pertama masuk sekolah, ketika anak menghadapi lingkungan baru, teman-teman baru, serta pengalaman baru dalam perjalanan pendidikannya.

Di tengah kesibukan pekerjaan, meluangkan waktu untuk hadir menunjukkan bahwa keberadaan ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi keluarga.

Ayah juga memiliki peran penting dalam memberikan perhatian, kasih sayang, motivasi, dan rasa aman kepada anak.

Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, para ayah di Kabupaten Ketapang diajak untuk mengambil bagian secara langsung dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Ajakan tersebut sederhana: menyempatkan diri hadir dan mendampingi anak ketika berangkat ke sekolah.

Tidak harus setiap hari, tetapi setidaknya pada momentum-momentum penting dalam kehidupan pendidikan anak, kehadiran seorang ayah dapat memberikan kesan yang berbeda.

Bagi anak, perhatian tersebut dapat menjadi bentuk dukungan yang membuat mereka merasa bahwa perjalanan pendidikan yang dijalani merupakan sesuatu yang juga penting bagi orang tuanya.

"Beberapa menit yang kita berikan hari ini dapat menjadi kenangan indah dan penyemangat bagi masa depan mereka."

Pesan tersebut menjadi inti dari gerakan ini. Bahwa waktu yang diberikan kepada anak tidak selalu harus dalam bentuk sesuatu yang besar.

Terkadang, hal sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, menggandeng tangannya, memberikan pesan agar rajin belajar, atau mengucapkan selamat menjalani hari pertama sekolah justru menjadi kenangan yang melekat kuat.

Kehadiran ayah dalam kehidupan anak pada akhirnya bukan sekadar persoalan siapa yang mengantar ke sekolah.

Lebih dari itu, terdapat pesan mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Ketika seorang ayah menyempatkan waktu di tengah kesibukannya, anak belajar bahwa dirinya berharga dan mendapatkan perhatian dari orang-orang yang dicintainya.

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah pun dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Dari perjalanan singkat menuju sekolah, seorang ayah dapat menanamkan banyak hal kepada anak: kedisiplinan, semangat belajar, tanggung jawab, sekaligus keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam meraih cita-cita.

Karena pada akhirnya, yang mungkin paling diingat seorang anak bukan seberapa mahal fasilitas yang diberikan orang tuanya, tetapi seberapa sering orang tuanya hadir di momen-momen penting dalam hidup mereka.

Gerakan sederhana ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan mencari rezeki untuk keluarga, seorang ayah tetap dapat menyisihkan waktu untuk hadir.

Sebab, beberapa menit bersama anak hari ini bisa menjadi kenangan yang mereka bawa sepanjang hidup.

0 Komentar