KETAPANG – Kabupaten Ketapang kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelestarian budaya. Tradisi sastra khas Melayu Tanah Kayong, Syair Gulung, berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Syair Gulung Terpanjang dalam rangkaian Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Ketapang tetap teguh menjaga akar budaya dan identitas daerah di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman yang semakin cepat.
Festival budaya yang mengusung tema “Mencintai Negeri Melalui Syair” itu resmi ditutup oleh Alexander Wilyo. Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menegaskan bahwa Syair Gulung bukan sekadar karya sastra tradisional, tetapi juga media pewarisan nilai-nilai moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta semangat persatuan masyarakat Melayu.
“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” ujar Alexander Wilyo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut, mulai dari panitia pelaksana, budayawan, seniman, generasi muda, hingga masyarakat yang bersama-sama menjaga dan menghidupkan budaya Melayu Tanah Kayong.
“Prestasi ini bukan hanya milik panitia, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Ketapang,” tambahnya.
Festival Syair Gulung Tanah Kayong sendiri diselenggarakan oleh Perkumpulan Lawang Kekayun NMTK dengan dukungan Program Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Abadi Kebudayaan, serta dukungan berbagai sahabat budaya dan sponsor.
Panitia pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang atas dukungan terhadap penyelenggaraan festival hingga berhasil meraih pengakuan nasional melalui Rekor MURI. Ke depan, festival tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional.
Empat Pilar Kesuksesan Festival
Keberhasilan Festival Syair Gulung Tanah Kayong ditopang oleh sejumlah faktor penting, di antaranya:
1. Pengakuan Tingkat Nasional
Keberhasilan menciptakan Syair Gulung terpanjang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ketapang sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal mampu tampil dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
2. Penguatan Identitas dan Nilai Moral
Di tengah perkembangan era digital, Syair Gulung hadir sebagai pengingat pentingnya menjaga sopan santun, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
3. Regenerasi Budaya Antar Generasi
Festival tersebut melibatkan budayawan, pelajar, dan generasi muda sehingga menjadi ruang regenerasi budaya agar tradisi Syair Gulung tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
4. Penggerak Ekonomi dan Pariwisata
Festival budaya ini juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat serta menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Ketapang melalui kekayaan budaya Melayu Tanah Kayong.
Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Ketapang.
Bagi Alexander Wilyo, berakhirnya festival bukan menjadi akhir perjalanan pelestarian budaya, melainkan awal semangat baru untuk terus memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang.
Ia berharap generasi muda Ketapang terus menggaungkan syair-syair penuh makna sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui jalur kebudayaan.


0 Komentar