KETAPANG – Suasana penuh kebersamaan dan energi positif mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di halaman Kantor Bupati Ketapang, Kamis pagi. Alexander Wilyo menyampaikan rasa bangganya melihat unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang, DPRD, para buruh, serta kalangan pengusaha dapat berkumpul dan berolahraga bersama dalam suasana yang harmonis.
Kegiatan senam massal dan pembagian 2.000 paket sembako menjadi simbol nyata kepedulian pemerintah terhadap para pekerja yang selama ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda pembangunan daerah dan menopang kehidupan keluarga mereka.
Menurut Bupati Ketapang, momentum May Day tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi ruang memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha demi menciptakan iklim daerah yang aman, damai, dan kondusif.
Alexander Wilyo menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang merupakan “rumah besar bersama” yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, perusahaan, dan para pekerja.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab menjaga kenyamanan, keadilan, dan keharmonisan bagi seluruh masyarakat yang hidup dan bekerja di daerah ini,” ujar Bupati Ketapang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ketapang juga mengingatkan seluruh perusahaan di wilayah Kabupaten Ketapang agar senantiasa mematuhi aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Ia mengakui bahwa tantangan di sektor industrial masih ada, mulai dari persoalan upah hingga kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang memerlukan perhatian bersama.
Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama DPRD, lanjutnya, siap menjadi jembatan komunikasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara adil tanpa merugikan salah satu pihak.
Untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri, Alexander Wilyo menekankan tiga poin penting kepada seluruh perusahaan di daerah.
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Bupati Ketapang meminta agar setiap kesempatan kerja lebih mengutamakan putra-putri daerah sebagai bagian utama dalam pembangunan di tanah kelahirannya sendiri.
Perusahaan Wajib Memberikan Pelatihan
Selain membuka lapangan kerja, perusahaan juga diminta aktif membina tenaga kerja lokal melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan agar memiliki daya saing dan siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
Kedepankan Musyawarah Mufakat
Dalam setiap persoalan hubungan industrial, seluruh pihak diimbau mengedepankan dialog dan semangat kekeluargaan sebelum mengambil langkah sepihak. Menurutnya, musyawarah mufakat merupakan kunci menjaga stabilitas dan keharmonisan di daerah.
“Jika muncul permasalahan, mari kita selesaikan melalui meja dialog dengan semangat kekeluargaan demi mencapai mufakat bersama,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Ketapang tetap aman, damai, dan kondusif agar pertumbuhan ekonomi, kenyamanan investasi, dan kesejahteraan buruh dapat berjalan seiring.
“Selamat Hari Buruh 2026. Mari terus melangkah bersama untuk Ketapang yang lebih baik,” tutup Alexander Wilyo.



0 Komentar