Search

Tokoh Masyarakat Nilai Kepemimpinan Bupati-Wabup Ketapang Semakin Solid



Ketua MUI Ketapang, Faisal Maksum, menilai keharmonisan kepemimpinan tersebut mulai memberikan dampak nyata, khususnya pada sektor pembangunan infrastruktur. Salah satu contoh yang dirasakan langsung masyarakat adalah perbaikan Jalan Pelang.

“Beberapa kali saya melintas di jalan tersebut, kondisinya kini jauh lebih lancar. Aktivitas masyarakat terbantu dan pergerakan ekonomi ikut meningkat. Dari komunikasi dengan warga, mereka bersyukur atas perubahan ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan bahwa stabilitas dan kondusivitas daerah menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan pembangunan.

“Kondusivitas harus terus dijaga. Jika situasi terganggu, maka pembangunan juga akan terhambat,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang, Heronimus Tanam. Ia menilai sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati berjalan baik sehingga berbagai program pemerintah dapat diimplementasikan secara optimal, meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran.

“Kami melihat keduanya tetap sejalan. Koordinasi berjalan baik dan program pembangunan tetap terlaksana,” ujarnya.

Ia juga menanggapi anggapan mengenai kurang terlihatnya peran Wakil Bupati. Menurutnya, persepsi tersebut tidak tepat karena pembagian tugas antara kepala daerah telah diatur secara jelas sesuai ketentuan.

“Peran masing-masing sudah jelas. Wakil Bupati memahami posisinya sebagai politisi, sementara Bupati memiliki latar belakang birokrasi. Ini justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masa kepemimpinan keduanya yang baru berjalan sekitar satu tahun belum cukup untuk menilai secara komprehensif tingkat keberhasilannya, terlebih dalam kondisi keterbatasan anggaran.

“Namun, sejumlah terobosan sudah mulai terlihat, termasuk kolaborasi dengan pihak perusahaan. Secara internal juga tidak terdapat persoalan berarti,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ketapang, Abdulbad A. Rani, menegaskan bahwa sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati berjalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Keduanya menjalankan peran dengan baik. Pembagian tugas jelas dan secara umum sejalan dengan visi dan misi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kekompakan tersebut juga tercermin dalam berbagai agenda pemerintahan, termasuk pelaksanaan rapat yang berlangsung dengan koordinasi yang solid.

Menurutnya, arah pembangunan daerah tetap berada pada jalur yang tepat meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

“Kendala anggaran dapat dimaklumi, namun pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur, tetap berjalan sesuai rencana,” katanya.

Abdulbad menilai latar belakang kepemimpinan keduanya menjadi nilai tambah dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Wakil Bupati memiliki pengalaman sebagai politisi, sedangkan Bupati memiliki latar belakang birokrasi. Ini merupakan kombinasi yang saling melengkapi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menentukan skala prioritas pembangunan.

“Seluruh OPD harus berkoordinasi dalam menetapkan prioritas, terutama di sektor infrastruktur. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, dan keputusan akhir berada pada Bupati,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja.

“Masyarakat tidak menuntut berlebihan. Selain infrastruktur yang memadai, yang utama adalah tersedianya peluang usaha dan lapangan kerja,” ujarnya.

Ia turut mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk menjalin hubungan yang konstruktif dengan media sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada publik.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” katanya.

Para tokoh masyarakat berharap kekompakan antara Bupati dan Wakil Bupati dapat terus terjaga, sehingga pembangunan di Kabupaten Ketapang berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Secara umum, pembangunan berjalan sesuai visi dan misi. Kekompakan ini harus terus dipertahankan,” pungkasnya.

0 Komentar