KETAPANG – Alexander Wilyo menghadiri peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang digelar di Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, Rabu (29/04/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap transformasi layanan kesehatan melalui sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) hingga ke tingkat desa.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri, khususnya dalam memastikan layanan kesehatan yang merata, mudah diakses, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ketapang turut didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Ketapang, Lusia Dewi Nurjana Alexander Wilyo. Keduanya meninjau langsung efektivitas pelayanan kesehatan yang kini telah menjangkau seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga kelompok lanjut usia.
Pendekatan layanan kesehatan berbasis ILP tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat dengan pendekatan yang lebih terstruktur, terpadu, dan komprehensif.
“Melalui ILP, kita memastikan setiap warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara. Ini bukan hanya program, tetapi upaya nyata menghadirkan pelayanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Ketapang.
Sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat, Bupati Ketapang bersama Ketua Tim Pembina Posyandu juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pelayanan, mulai dari membantu menggendong dan menimbang balita, melakukan skrining kesehatan masyarakat, hingga menyerahkan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada warga.
Keterlibatan langsung tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah sebagai pelayan masyarakat yang hadir di tengah kebutuhan warga.
Terkait program PMT, Alexander Wilyo mengarahkan agar pemenuhan gizi masyarakat lebih difokuskan pada pemanfaatan pangan lokal yang kaya nutrisi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah sekaligus strategi konkret dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain itu, Bupati Ketapang juga menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan transformasi layanan kesehatan. Ia meminta agar setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat demi pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
“Keberhasilan transformasi layanan kesehatan ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Pemerintah hadir bukan hanya dengan kebijakan, tetapi dengan aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Desa Baru tersebut diakhiri dengan bincang santai bersama masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban, Alexander Wilyo mendengarkan langsung berbagai pengalaman, masukan, serta harapan masyarakat terkait pelayanan kesehatan Posyandu di wilayah mereka.


0 Komentar