HULU SUNGAI – Harapan masyarakat Dusun Tanjung Lambai, Desa Senduruhan, Kecamatan Hulu Sungai, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mulai menemui titik terang. Dalam rangkaian kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Ramadan kali ini, Bupati Ketapang Alexander Wilyo berkesempatan menginap di rumah warga sekaligus memimpin penancapan tiang listrik pertama.
Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Dusun Tanjung Lambai saat kedatangan Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang disambut hangat dengan prosesi adat setempat dan atraksi pencak silat yang memukau. Ini merupakan bentuk penghormatan luar biasa dari masyarakat terhadap kepala daerah pertama yang secara resmi menginjakkan kaki di tanah mereka, sebuah kehormatan yang sangat diapresiasi.
Keakraban semakin terasa saat waktu berbuka puasa tiba. Bertempat di Masjid Al-Hidayah, satu-satunya pusat peribadatan umat Islam di dusun tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo melebur bersama warga dalam kesederhanaan. Duduk melingkar di atas hamparan permadani, beliau berdialog santai mengenai kondisi ekonomi dan infrastruktur desa sambil menikmati hidangan buka puasa bersama.
Sebagai bentuk kedekatan tanpa sekat, Bupati Ketapang Alexander Wilyo memilih untuk menginap satu malam di rumah salah satu warga, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat hingga larut malam.
Keesokan paginya, sejarah kembali tercipta. Bersama tim PLN dan masyarakat, Bupati Ketapang Alexander Wilyo turun langsung bergotong royong menancapkan tiang listrik pertama. Tanpa ragu, beliau turut memegang dan mengangkat tiang besi bersama warga, menandai berakhirnya masa-masa gelap tanpa akses listrik bagi masyarakat Tanjung Lambai.
“Kehadiran Bupati Ketapang Alexander Wilyo di sini bukan sekadar kunjungan formal. Beliau ingin merasakan langsung denyut kehidupan warga. Penyambutan dengan adat dan pencak silat di Masjid Al-Hidayah ini adalah bukti kekayaan budaya dan kerukunan yang luar biasa,” ungkapnya di hadapan warga.
Sebagai puncak rangkaian kunjungan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo melakukan penandatanganan prasasti di atas papan kayu yang ikonik. Penandatanganan ini menjadi simbol bahwa kehadiran pimpinan daerah dan komitmen pembangunan telah “terpahat” kuat di jantung dusun tersebut, sekaligus menjadi dokumentasi sejarah kehadiran Bupati pertama di sana.
Sebelum berpamitan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah.
Kunjungan ini selaras dengan visi Bupati Ketapang Alexander Wilyo yaitu “Pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang maju dan mandiri”, memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, merasakan manfaat nyata dari pembangunan daerah.


0 Komentar