KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar buka puasa bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ketapang ke-608 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi yang mempertemukan unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh lintas agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si. menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Ketapang yang kini telah memasuki usia ke-608 tahun.
Menurutnya, usia tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa Kabupaten Ketapang merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah panjang dan peran penting di Kalimantan Barat.
“Pada 11 Maret 2026 ini, Kabupaten Ketapang genap berusia 608 tahun. Sebagai salah satu daerah tertua di Kalimantan Barat, kita mewarisi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah serta melanjutkan perjuangan para pendahulu kita,” ujar Alexander Wilyo.
Pada momentum tersebut, Bupati Ketapang juga menyampaikan kabar baik terkait peningkatan konektivitas transportasi udara. Ia menyebutkan bahwa rute penerbangan Ketapang–Pangkalan Bun telah resmi dibuka dan ke depan akan terkoneksi dengan sejumlah kota di Kalimantan, seperti Banjarmasin dan Balikpapan.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengawal percepatan pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta–Ketapang melalui Bandara Halim Perdanakusuma.
Alexander Wilyo menyampaikan bahwa target operasional rute tersebut direncanakan pada bulan Mei 2026, setelah proses perawatan dan pengecatan armada pesawat selesai dilakukan.
Menurutnya, pembukaan rute tersebut menjadi langkah strategis untuk memangkas jarak, mempercepat arus investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Selain konektivitas udara, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga terus berkomitmen melakukan perbaikan infrastruktur darat meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Bupati Ketapang menjelaskan bahwa perbaikan difokuskan pada titik-titik kritis agar jalan dapat difungsionalkan dengan baik untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Salah satunya adalah penanganan ruas Pelang–Kepuluk, tepatnya di area Checkpoint BGA hingga Café Merah, yang telah difungsionalkan sepanjang sekitar 400 meter.
Ia berharap perbaikan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan, terutama menjelang mudik Idulfitri.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ketapang tahun ini dikemas secara lebih sederhana dan khidmat karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Meski demikian, semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan CSR Bank Kalbar sebesar Rp25 juta untuk Masjid Baiturrahim Desa Sukabangun Dalam, santunan kepada 34 anak yatim, serta pemberian penghargaan kepada pemenang Lomba Desain Logo Hari Jadi Ketapang ke-608.
Alexander Wilyo menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Membangun daerah ini bukan hanya tugas Bupati atau Forkopimda, tetapi merupakan kerja kolektif seluruh masyarakat. Semangat gotong royong inilah yang harus terus kita jaga,” katanya.
Rangkaian peringatan Hari Jadi Ketapang ke-608 akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pasca Hari Raya Idulfitri, seperti ziarah makam leluhur dan pagelaran seni budaya lintas etnis yang akan dikemas dalam agenda Halal Bihalal akbar.


0 Komentar