Search

JWKS Gandeng KPU dan BAWASLU dalam Kegiatan Workshop Jurnalis Warga


Pemateri dari Bawaslu Kab Ketapang saat menyampaikan materi

Pemateri dari KPUD Kab Ketapang saat menyampaikan materi

Bertempat di Studio Rakom Gema Solidaritas Minggu, 27/09/2020 dilaksanakan Workshop Jurnalis Warga Kayong Solidaritas (JWKS) dengan pemateri dari KPUD dan BAWASLU Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini sendiri adalah bagian dari Program RESPECT yang diinisiasi oleh Perhimpunan untuk Pemilu dan Demokrasi (PERLUDEM) dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN)

Tema dalam workshop yakni Partisipasi Warga dalam Mensukseskan Pilkada yang Berkualitas. Sementara itu pesertanya ada sepuluh orang yang berasal dari berbagai latar belakang seperti pemuda/mahasiswa, pemilih pemula, perempuan, masyarakat adat dan komunitas lainnya. Sebagai pemateri dari KPUD Kabupaten Ketapang  yakni Ari As’ari yang juga salah satu anggota komisioner yang membidangi sosialisasi. Sementara itu dari Bawaslu diwakili oleh salah satu komisionernya yakni Ronny Irawan.

Dalam pemaparannya Ari As’ari menjelaskan secara umum tentang UU yang menjadi payung hukum pelaksanaan Pilkada, tahapan Pilkada yang saat ini berlangsung serta juga bagaimana rambu-rambu yang harus diperhatikan apalagi penyelenggaraan pilkada kali ini ditengah pandemic Covid 19. “Kita harap tiap tahapan ini dapat berjalan dan dijalankan sesuai ketentuan, khususnya juga memperhatikan protocol kesehatan”, ungkap pria yang disapa Ari ini.

Sementara itu Bawalu ketapang menyampaikan tantangan potensi pelanggaran serta bagaimana partisipasi masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan dalam proses pelaksanaan Pilkada langsung ini. “Kita tahu geografis kita ini cukup luas, bagaimana keterbatasan petugas khususnya didaerah-daerah pedalaman, tentu ini butuh partisipasi masyarakat juga untuk turut mengawasi proses dan tahapan pilkada yang berlangsung, dan pastinya peran para Calon Kepala Daerah yang berkompetisi kami harap dapat menyampaikan program dan visinya dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan dan kesepakatan yang telah kita deklarasikan bersama, hindari black campaign dan pelanggaran lainnya”, ungkap pria yang disapa Roni ini.

Dalam kegiatan itu juga terlibat diskusi dan tanya jawab yang menarik dari peserta. “Bagaimana usaha meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada nanti” tanya Derin salah satu anggota JWKS.

Narasumber dari KPUD Kabupaten Ketapang pun menjawab dengan usaha-usaha dari KPUD untuk meningkatkan partisipasi pemilih. “Tentu kita melakukan sosialisasi secara simultan, dan pada kesempatan ini saya menyampaikan bila ada komunitas-komunitas khususnya yang rentan seperti dari disabilitas, kaum muda atau perempuan yang hendak mendapatkan informasi terkait pilkada ini kami sangat siap, silahkan sampaikan saja maka kami akan atur untuk kegiatan sosialisasi tersebut. Namun tentu kami juga butuh dukungan dari komponen-komponen lain juga untuk mensosialisasikan pelaksanaan pilkada ini pada masyarakat luas”, pungkasnya.

Materi-materi yang disampaikan oleh narasumber pun nantinya menjadi bahan sosialisasi bagi komunitas dalam partisipasi untuk mengedukasi warga. “Materi-materi ini nantinya kami sosialisasikan juga ya pada komunitas-komunitas dan warga, tentu semakin banyak yang tersosialisasikan maka partisipasi warga dalam Pilkada mendatang diharapkan meningkat”, ungkap Sielvi salah satu peserta.

Catatan yang tak kalah penting dalam workshop kali ini adalah bagaimana tiap proses betul-betul taat dan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan mengingat pandemi Covid 19 masih cukup tinggi. “Kita mesti edukasi masayarakat dan kita harap peran dari empat pasang calon ini untuk mencegah kegiatan-kegiatan pengumpulan massa dengan tingkat kerumunan yang tentu telah diatur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan khususnya terkait Covid 19 ini”, pungkas Roni Irawan kembali.

Pada kegiatan workshop kali ini peserta banyak mendapat pengetahuan-pengetahuan yang nantinya dapat diimplementasikan dalam produk-produk jurnalis yang dihasilkan. (Red-JWKS)

Foto bersama setelah mengikuti kegiatan

0 Komentar