Search

Semangat Marsiana, Tahu dan Legacy bagi Anak Cucunya

Marsiana saat memproduksi tahu

Selain tahu, ia juga membuat susu kedelai
Aroma khas kacang kedelai yang tengah digiling tercium dari dapur sederhana di sebuah rumah di kawasan Indralaya, kecamatan Sandai. Terlihat wanita paruh baya sedang mengisi wadah yang terletak diatas mesin dengan kacang kedelai yang telah ia rendam. Suara sedikit bising mesin penggiling kacang berpacu dengan kepulan asap dari perapian yang menanak tahu siap cetak.

Sesekali wanita itu menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang ia siapkan. Siang itu memang cuaca agak sedikit panas apalagi ditambah dengan panasnya perapian. Namun hal itu tak sedikit pun menyurutkan semangat perempuan itu dan suaminya yang sedang memproduksi beberapa olahan berbahan baku kacang kedelai ini.

Nama ibu itu Marsiana, ia dan suaminya memproduksi tahu dan beberapa varian lainnya seperti air susu kedelai dan kembang tahu. “Lumayanlah hasil produksinya, banyak pelanggan kita yang suka, apa lagi kan tahu alternatif lauk pauk yang murah ya, kalau dulu kita jual hanya 10-12 kantong, sekarang naik jadi 15 sampai 20 kantonglah, lalu ampas tahunya ada yang beli untuk pakan ternak juga”, ujar Marsiana tersenyum.

Dari hasil usahanya itu, ia hampir setiap hari menabungkan sebagian dari keuntungan ke CU. Pancur Solidaritas TP. Sandai. “Ibu Marsiana ini sangat aktif ya, bahkan hampir tiap hari dia menabung ke CU, menariknya ia juga menabungkan cucunya minimal 50 ribu pas sekali tabung, dan itu rutin.”, ujar Trisnawati Kengkunang, Koordinator CUPS TP. Sandai.

“Saya dan suami memulai usaha dari nol juga, ini juga dapat mencukupi kebutuhan kita, dan saya juga ingin mengajarkan ke anak-cucu kita mesti ulet, jujur dalam berusaha, dan pastinya harus nabung, karena dengan nabung, bila kita perlu dapat dimanfaatkan”, ungkap istri dari Raidi ini.

Memang dari hasil didikannya juga ada anak-anaknya yang mengikuti jalur wirausaha yang ia tekuni, salah satunya putrinya yakni Apriani Kiki Andriani juga menekuni pembuatan kue ultah. “Saya belajar banyak dari mama, usaha itu ngga boleh gengsi, jadi saya juga buat kue-kue pesanan orang, lumayan hasilnya sebagai tambahan buat saya”, ujar Kiki yang juga putri ketiga dari Marsiana.

Pandemi Covid 19 yang melanda saat ini memang cukup berpengaruh juga pada dunia usaha termasuk yang ditekuni oleh Marsiana, salah satunya harga bahan baku kacang kedelai yang juga naik. “Karena kedelai kita kan memang impor ya, dan kita memang suplai dari Sandai biasanya langsung dari Pontianak, ya biasanya juga naik dan kadang langka juga tergantung kelancaran transportasi juga khususnya yang dari Jawa”, ujar Marsiana kembali mencoba mengurai distribusi kedelai hingga ke tangannya.

Namun berkat usaha kerasnya, omsetnya terus naik bahkan saat ini ia pun meningkatkan daya listrik PLN untuk menunjang produksinya. “Meteran sering turun, sementara kita juga mesin ini makan daya yang kuat, ya kita juga usulkan kenaikan KWH ke PLN”, ujarnya kembali.
Susu Kedelai yang telah dipackaging
Varian lain yang dihasilkan yakni kembang tahu
Tahu yang dibungkus siap dipasarkan

Tahu yang siap dipotong dalam keping-keping lebih kecil
“Ibu Marsiana ini ulet dan periang, jadi cukup meng-inspirasi bagi kita yang muda-muda juga untuk bergiat dalam usaha, dan kami senang juga kadang kecipratan air susu kedelai produksinya juga”, ujar Trisna kembali sambil tertawa.

Tahu yang padat digaris dan dipotong  dengan rapi sesuai ukuran yang akan di jual ke pasar. Sementara air susu kedelai sudah ter-packaging rapi. Saatnya tiba untuk menjemput rejeki di pasar Sandai. Tatapan optimis, senyum bahagia berpadu dengan langkah kaki dari perempuan pekerja keras ini untuk menjemput rejeki dan harapan.

Baginya tak ada kata mengeluh untuk terus berusaha sembari mengucap syukur pada Sang Pencipta-Nya. “Kerja keras dan bersyukur itu kuncinya”, pungkasnya bersemangat.

Semangat Marsiana, tahu dan legacy bagi anak cucunya adalah sebuah benang merah yang saling terkait. Bagaimana semangat Marsiana, dengan memilih jalan produksi tahu sebagai mata pencahrian keluarga. Bagaimana pula semangat ini menjadi sebuah warisan atau legacy karakter bagi anak dan cucunya kelak, termasuk bagaimana memanajemen keuangan secara sederhana. (D-JWKS)