Search

Suster Ana Pina Buat Rumah Bambu untuk Pemberdayaan Warga

Foto : Suster Ana Pina bersama warga Dusun Silingan sedang merakit rumah bambu

Foto : Bambu-bambu dari Silingan-Sukaria sedang diberi perlakuan dengan rendaman cairan khusus

Foto : Rangka rumah bambu mulai terlihat

Foto : Suster Ana Pina (baju putih) saat disela-sela pelatihan bagi ibu-ibu untuk pemanfaatan makanan berbahan baku lokal akhir tahun 2018 lalu

Tak pernah lelah mengikuti ide dan gagasan Suster Ana Pina untuk meberdayakan masyarakat di dusun Silingan-Sukaria dan kawasan Kendawangan. “Orang lewat dia menoleh dulu, apa itu mungkin seperti itu, rumah dari bambu semua?”, ujarnya tertawa disela diskusi kami di penghujung bulan Juli lalu.

Sudah sekitar seminggu mereka dibantu dari Bambu Bos yang berasal dari Yogyakarta untuk merakit rumah bambu yang nanti dapat dipergunakan sekaligus menjadi tempat workshop bagi warga. “Banyak yang mempertanyakan mengapa bambu, lalu seperti apa kualitasnya, namun itu pelan-pelan kita sampaikan pada mereka tentang manfaat bamboo serta cara perlakuannya”, ungkap suster dari Portugal ini.

Hampir dua tahun belakangan ini ia menggandeng warga untuk menggiatkan menanam bambu di lahan-lahan milik warga. Bukan tanpa alasan bamboo ia pilih karena memang memiliki banyak manfaat, diantaranya manfaat konservasi untuk menjaga ketersediaan air tanah, penyedia humus/penyubur tanah serta tentunya dapat dimanfaatkan menjadi meubel yang bernilai ekonomi tinggi.

“Selain itu bambu bisa juga menangkal polusi udara, seperti di sini kan dekat dengan areal pertambangan”, ujar Suster Pina kembali.

“Semangat beliau begitu menginspirasi kami, satu warga kami ikut magang di Jawa dan saat ini sudah kembali ke sini membantu instalasi bambu-bambu yang akan digunakan”, ujar Maran yang juga kepala dusun Silingan-Sukaria.

Hari itu beberapa warga terlihat sedang membantu persiapan bahan-bahan yang akan digunakan untuk merakit rumah bambu. Bambu yang lumayan besar bagian ruasnya dilubangi dan direndam dengan cairan khusus agar nantinya tidak mudah dimakan oleh bubuk.

Sementara itu rangka instalasi rumah bamboo mulai terlihat. Bagian bawahnya, tepatnya di pondasi tiang dicor dengan semen, atapnya menggunakan seng metal,  sementara bagian lainnya full menggunakan bambu.

“Ke depan warga bisa manfaatkan ini, dan bisa menjadi rumah belajar bersama”, harap Suster Ana Pina.

“17 Agustus target selesai, kita upacara disini ya suster!”, seru Yohanes Kupul salah satu warga yang terlibat dan disambut gelak tawa suster Ana.

Dalam sunyinya suasana kampung Suster Ana menjadi oase tersendiri untuk menggerakkan warga untuk terus berdaya sekaligus menjaga lingkungan, sukses terus suster dan warga Silingan-Sukaria. (Har-JWKS)