Search

Warga Petebang Keluhkan Lambannya Aliran Listrik bagi Masyarakat


Foto : Sindiran Satir Warga yang seolah-olah menjadikan Instalasi Listrik sebagai Jemuran (sumber FB Muara Laman)

Foto : Hal ini sebagai protes akan layanan listrik yang tak kunjung warga nikmati (sumber FB Muara Laman)

Foto : Instalasi yang tak kunjung selesai, padahal warga sudah bayar biaya pemasangan KWH ke oknum kontraktor

Foto : Kondisi Tiang Listrik yang belum terpasang sempurna (sumber FB Muara Laman)
Sebuah akun di laman Facebook bernama Muara Laman, Selasa 11 Juni 2019, mengeluhkan lambannya aliran listrik masyarakat di desanya yakni desa Petebang Jaya, Kecamatan Tumbang Titi. Dalam postingan tersebut seolah-olah warga memanfaatkan instalasi listrik dikampungnya sebagai jemuran pakaian.

Hal itu seakan menjadi sindirin satir bagi layanan listrik negara yang telah puluhan tahun mereka dambakan tak kunjung beroperasi. “Warga sudah membayar jauh-jauh hari kepada kontraktor yang mengerjakannya untuk pemasangan KWH dengan tarif yang lumayan yakni KWH 900 Watt Rp. 1.800.000,- dan 1.300 Watt sebesar Rp. 3.000.000,-, katanya deadline tanggal 5 April kemarin, lewat dari itu sudah berbeda lagi tarifnya”, keluh Hepi salah satu warga masyarakat Petebang.

Warga Petebang yang yang lain Kusnan mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa aliran listrik masyarakat sampai-sampai harus pinjam ke Credit Union (CU). “Semangat 45 talinya satu pun masyarakat sudah instalasi, dah  bayar KWH walaupun belum ada batang hidungnya, korban masyarakat sampai pinjam ke CU, pinjaman lunas pun listrik tak kunjung teraliri”, ujarnya.

Warga memang mengharapkan dari pihak PLN atau yang berwenang untuk sosialisasi secara resmi sehingga tidak ada oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi seperti ini. “Kami harap dari PLN men-sosialisasikan benar program instalasi listrik ke rumah-rumah, apakah kontraktor yang ditunjuk ini benar dan bertanggung jawab, apalagi janjinya habis pemilu kemarin listrik akan menyala, tapi nyatanya sampai saat ini hal itu belum terjadi”, keluh Kusnan lagi.

Sebelumnya dari pemberitaan yang dilansir dari Hamparan.info menyampaikan sepanjang tahun 2018 Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat telah membangun Jaringan Tegangan Menegah (JTM) sepanjang 66,65 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 34,5 kms dan gardu distribusi sebanyak 22 unit dengan total kapasitas sebesar 1.500 kVA.

Dengan pembangunan dan perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat melayani penambahan pelanggan sebanyak 1.757 pelanggan. Desa Petebang Jaya dan Pasir Mayang Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang, adalah satu di antara desa yang sebentar lagi akan menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube PLN Kalimantan Barat pada Senin, 28 Januari 2019, pembangunan dan perluasan jaringan listrik tegangan menengah dan tegangan rendah sedang dibangun di sana.

Namun dari postingan warga, terlihat instalasi listrik berupa tiang listrik dan kabel juga terlihat belum maksimal bahkan dibeberapa titik dijumpai pohon yang menumbangi instalasi PLN yang masih belum dikerjakan secara sempurna. “Listrik belum ngalir, bahkan di beberapa tempat ada pohon yang menumbangi tiang listrik sehingga kondisi tiangnya menjadi condong”, tegas Hepi kembali.

Masyarakat sangat mendambakan fasilitas listrik dapat segera mereka nikmati apalagi mereka telah membayar sejumlah uang kepada oknum kontraktor yang mengerjakannya. Pihak PLN pun harus tegas dan menyampaikan ke masyarakat apa hambatan atau kepastian akan beroperasinya PLN di kampung mereka. (JWKS)

0 Komentar