Search

Ketapang, Banjir Buah Durian di Penghujung Tahun 2018

Suasana mencari durian (menyandau)

Durian hasil sandau-an

walau kecil, rasa durian ini sangat legit

JWKS menyandau durian

Pohon Durian yang di-sandau

“Wah harganya yang kecil tinggal du ribu rupiah sementara yang besar ada yang empat ribu ada yang lima ribu”, Ungkap Maria lirih, menunjuk buah-buah durian dengan berbagai ukuran. Hari itu Kamis, 13 Desember 2018 kami berkesempatan mengunjungi Desa Batu Bulan Kecamatan Tumbang Titi yang memang sedang musim raya buah durian.

Memang pada Desember ini, buah sangat banyak tidak seperti pada musim durian pada  pertengahan tahun dimana buah tidak terlalu banyak sehingga harga juga cukup tinggi antara Rp.10.000,- hingga Rp. 15.000,- .

Namun mereka tetap mensyukuri apa yang telah Tuhan karuniakan dengan musim buah tahun ini yang cukup membeludak. Tak jarang dari sore hingga siang banyak dijumpai para peraih/pedagang durian dari kota yang membeli ke kampung-kampung. “Pagi kite dah start dari Ketapang, langsong ke sini supaye sore dah bise kite jual”, ujar Rahmat salah satu pedagang Durian.

Batu Bulan sendiri memiliki lingkungan hutan yang masih asri, walaupun sudah mulai tergerus oleh perkebunan sawit. Bahkan ada banyak pohon durian yang terletak ditepi kebun sawit. Tidak hanya Durian saja yang sedang mengalami puncak musim ada buah kusik yang kemerah-merahan, ada mentawak, ada kapul, dan berbagai buah-buahan hutan khas Kalimantan lainnya yang juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Musim buah kali ini memang bertepatan dengan momen libur anak sekolah serta menjelang hari raya Natal. Maka harga yang murah pun tak terlalu dihiraukan oleh masyarakat, bahkan mereka berseloroh ini rezeki anak sekolah.

Kami sempat mencoba menyandau/mencari durian di bawah pohonnya disebuah lokasi yang harus ditempuh sekitar setengah jam perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampai disana ratusan buah terlihat dibawah pohon durian yang lumayan besar. Buah-buahnya untuk ukuran relative kecil namun tampilan isi buah sangat menarik yakni kuning dan bercita rasa legit. “Saking banyaknya buah kaya gini ndak ditoleh orang”, ujar bang Yadi sembari tersenyum.

Begitulah rezeki yang memang harus disyukuri oleh masyarakat saat musim panen raya Durian seperti saat ini. Walau harga yang murah juga cukup memprihatinkan, serta beberapa jalan dari kota Ketapang kearah Pelang masih mengalami kerusakan menjadi sebuah hal yang harus dicari solusinya. Kedepan penting juga meningkatkan ketrampilan masyarakat untuk membuat olahan Durian berkualitas seperti lempok yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga ketika Durian banjir pun masyarakat tetap untung. (JWKS)

0 Komentar