Search

Save Bukit Silingan

Bukit Silingan yang terlihat masih asri

Bukit Silingan, Bukit yang tersisa ditengah Investasi Tambang dan Kebun Sawit

Pemandangan Laut yang terlihat dari Bukit Silingan

“Hanya itu yang tersisa, tempat kita berdiri ini sudah milik orang dan batu materialnya akan ditambang”, ujar Maran sambil menunjuk sebuah bukit yang masih terlihat hijau oleh kumpulan pepohonan yang asri. Bukit itu terlihat indah walau dikelilingi oleh hamparan kebun sawit, serta berbatasan dengan pusat investasi pertambangan terbesar di Kabupaten Ketapang. Sementara itu bukit dimana kami berdiri kepemilikannya juga sudah berpindah tangan semenjak berhenti beroperasinya perusahaan tambang bauksit terkenal di Silingan-Sukaria.

Maran adalah pemuda asli setempat yang berasal dari Silingan. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Dusun Silingan Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan. Ia dan warganya mengaku gelisah dengan kabar dijualnya bukit Silingan oleh oknum warga kepada oknum aparat yang memang terkenal memiliki lahan yang luas didaerah Kendawangan.

“Saya dan warga menolak keras, kita tidak akan berikan ijin legal dari dusun terkait ini, karena hal ini tidak pernah ada pembicaraan dengan seluruh komponen warga, karena bagi kita juga bukit itu adalah mahkota di dusun ini, biarlah dia lestari”, ungkap Maran.

Dusun Silingan adalah daerah yang bersinggungan dengan beberapa investasi besar. Wilayah ini dapat ditempuh 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari kota Ketapang. Wilayah ini cukup strategis, secara geografis terletak dekat dengan pesisir pantai dan juga bertopografi perbukitan.

Potensi wisata ekologis sebenarnya menjanjikan selain juga potensi-potensi investasi seperti pertambangan dan perkebunan apalagi saat ini ada potensi baru yang ditekuni warga yakni beternak lebah madu. “Kami berharap dukungan masyarakat luas dan media sekalipun untuk berpartisipasi menyelamatkan bukit Silingan ini”, pungkasnya berharap. (JWKS)

0 Komentar